Alat Ukur Archives

Pemeliharaan Alat Ukur

pemeliharaan alat ukur

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”, Saya pikir pepatah itu sangatlah pas untuk kita dalam memperlakukan alat ukur di perusahaan kita. Tidak bisa dipungkiri, biaya pemeliharaan rutin umumnya lebih kecil dibandingkan dengan biaya perbaikan jika terjadi kerusakan terhadap alat ukur kita terlebih jika perbaikan dilakukan di perusahaan lain juga akan memakan waktu yang tidak sebentar.

sekedar berbagi pengalaman, dulu waktu bekerja di sebuah perusahaan manufakturing (maaf saya tidak menyebutkan namanya) ada sebuah timbangan yang saya miliki mengalami kerusakan, setelah ditelusuri, ternyata hanya masalah fuse yang terbakar. Dan bisa kita tebak, proses penggantiannya mungkin tidak lebih dari setengah jam. Tapi karena suatu prosedur dari pihak suplier yang tentunya diluar kewenangan kita dimana timbangan tersebut baru bisa kita ambil dengan sistem pembayaran lunas maka mau tidak mau kitapun harus melalui prosedur perusahaan kita. Dan akhirnya timbangan tersebut baru bisa kita ambil 1 bulan kemudian sehingga dapatlah disimpulkan bahwa pemeliharaan dan perbaikan sebaiknya dapat dilakukan oleh perusahaan kita sendiri sebelum dilakukan oleh pihak luar.

“Jasa Kalibrasi Alat Ukur Indusri Klik Disini…

Pada intinya pemeliharaan alat ukur bertujuan untuk mempertahankan kelancaran pengujian dan / kalibrasi untuk memberikan tingkat akurasi dan presisi yang tepat dan mempertahankan fungsinya seseai dengan standar. Pemeliharaan secara rutin juga dapat mencegah adanya kerusakan terhadap alat ukur tersebut sehingga mengurangi resiko menurunnya unjuk kerja / keluar dari batas toleransi.

suatu perusahaan harus memiliki suatu program pemeliharaan alat ukur untuk mencegah kegagalan peralatan dan menjamin bahwa peralatan bekerja sesuai dengan reliabilitas yang diperlukan untuk mutu hasil pengujian / kalibrasi yang dikehendaki. Frekuensi pemeliharaan alat ukur biasanya didasarkan pada rekomendasi pabrik pembuat peralatan, jumlah / waktu penggunaan peralatan, dan ketika menghasilkan data yang dianggap mencurigakan.

Program Pemeliharaan Alat Ukur Meliputi :

1. Jadual pemeliharaan yang terencana termasuk jadwal kalibrasi

2. Hal hal yang berkaitan dengan bagian yang harus dipelihara

3. Jika dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri maka harus dilaksanakan oleh personel yang kompeten dengan menggunakan prosedur / instruksi kerja yang telah ditetapkan

4. Rekaman yang diperlukan misalnya : pencegahan pemeliharaan, kerusakan, gangguan, perbaikan, modifikasi dll

Semoga bermanfaat.

Coordinate Measuring Machine

Coordinate Measuring Machine

Coordinat measuring machine, atau biasa disebut mesin pengukur koordinat di pasar indonesia di jual dengan harga yang biasanya tidak murah mengingat alat ini merupakan alat ukur multifungsi dengan akurasi yang sangat tinggi.

Secara prinsip Coordinate Measuring Machine adalah terjadinya kontak probe dengan benda kerja menghasilkan kordinat. Dalam kegiatan pengukuran dengan menggunakan Coordinate Measuring Machine ini biasanya digunakan granit sebagai bidang acuan sehingga keakuratan dari Coordinate Measuring Machine terjamin.

Kelebihan dari Coordinate Measuring Machine

Berikut ini adalah kelebihan2 dari Coordinate Measuring Machine antara lain :

1. Waktu seting pengukuran yang singkat

2. Presisi pengukuran yang tinggi

3. Kordinat manapun dari benda kerja dapat ditentukan dengan mudah

4. Unit pengolah data dapat mengolah data secara cepat dan langsung bisa dicetak

Meskipun Coordinate Measuring Machine berhangga sangat tinggi namun ada beberapa brand yang harganya sangat terjangkau.

Untuk informasi harga Coordinate Measuring Machine klik disini.

Jangka Sorong / Caliper

jangka sorong / caliper

Jangka sorong / caliper, alat yang satu ini banyak digunakan dalam berbagai industri baik industri kecil ataupun industri besar. Dengan menggunakan jangka sorong / caliper kita mendapatkan kontrol ukuran dan dimensi yang presisi dan akurat karena alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter.  jangka sorong terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak.

Jangka sorong / caliper mempunyai 2 jenis, yaitu versi digital dan versi analog. Tentu saja jangka sorong / caliper yang versi digital lebih baik dibandingkan dengan versi analog karena bisa mengurangi tingkat kesalahan dari operator dalam melakukan kegiatan pengukuran. Dengan adanya kemajuan teknologi, saat ini jangka sorong dengan display digital sudah banyak dijual di pasaran menggantikan yang versi analog.

Bagian Jangka Sorong / Caliper :

1. Gigi luar
Bagian ini berfungsi untuk mengukur bagian suatu benda dengan cara diapit.

2. Gigi dalam
Bagian ini berfungsi untuk mengukur sisi dalam suatu benda dengan cara diulur (misalnya : lubang pipa)

3. Pengukur kedalaman
Bagian ini berfungsi untuk mengukur suatu lubang / celah suatu benda dengan cara menancapkan bagian pengukur. Bagian ini terletak didalam pemegang.

4. Ukuran utama
Bagian ini berfungsi untuk membaca hasil pengukuran dalam satuan cm untuk versi yang analog.

5. Ukuran sekunder
Sama dengan ukuran utama tetapi dengan satuan inch.

6. Patokan pembacaan skala utama.
Berfungsi sebagai patokan pembacaan skala dengan satuan cm.

7. Patokan pembacaan skala sekunder (inch)
Berfungsi sebagai patokan pembacaan skala dengan satuan inch.

8. Untuk menghentikan atau melancarkan geseran pengukuran.

Sebagai alat ukur, tentunya alat ini mempunyai kecenderungan dalam bergeser dari skala semestinya. sehingga sangat penting dilakukan kalibrasi sehingga hasil pengukuran yang dilakukan dengan jangka sorong / caliper ini tetap akurat.

Klik disini untuk kalibrasi jangka sorong / caliper.