Sistem Manajemen Lingkungan Archives

Pemulung Sampah

pemulung sampah

Pemulung sampah

Kadang kita meremehkan profesi yang satu ini. Image yang ada pada mereka menurut pandangan kita adalah kotor, jorok, dan serta bau.

Padahal jika kita jujur dengan diri kita sendiri, mereka juga termasuk pahlawan tanpa tanda jasa.

Teringat jelas jalur yang setiap hari saya lewati, jalan di kawasan industri cikarang memang selalu bersih. Hampir tidak ada sampah yang berceceran di jalan. tapi karena adanya demonstrasi yang digelar para pekerja tanggal 19 januari 2012 maka keesokan harinya sampah entah itu bekas makanan ataupun minuman berceceran dimana-mana.

Pemulung sampah inilah yang bekerja tanpa dikomando, tanpa banyak bicara, dan tanpa banyak mengeluh membersihkan sampah-sampah yang ada di jalanan. Tanpa tunjangan jabatan, tanpa adanya uang makan, tanpa adanya uang transport, mereka terus bekerja meskipun sebenarnya yang mereka hadapi adalah bisa jadi sumber penyakit yang dihasilkan oleh sampah tersebut.

Pemulung sampah..

Mereka adalah pahlawan lingkungan, mereka adalah penyeimbang alam, mereka juga yang membuat bumi berumur lebih panjang.

Maka hargailah mereka, jangan kita kucilkan mereka. Karena mungkin karena jasanya mereka mata kita bisa melihat pemandangan yang mungkin tidak bisa kita temukan beberapa tahun kedepan.

Clean Development Mechanism

clean development mechanism

Clean Development Mechanism program industri sawit

Clean Development Mechanism adalah salah satu program menurunkan gas rumah kaca (GRK) negara berkembang termasuk Indonesia sebagai salah satu program dunia di bawah PBB dalam rangka mengantisipasi global warming. Gas Rumah Kaca (GRK) yang di sepakai dunia yang paling berbahaya ada 6 macam yaitu CO2 (carbondioksida), CH4 (gas methane), N2O, HFC (freon), PFC dan SF6. Masing masing gas tersebut mempunyai tingkat berbahaya (Global Warming Potential = GWP) yang berbeda beda. Dengan berbasis pada gas CO2 = 1 GWP, maka gas CH4 mempunyai 21 kali lebih berbahaya dari pada gas CO2, freon mempunyai tingkat bahaya 1700 hingga 12,000 kali lebih berbahaya di bandingkan gas CO2 dan seterusnya.

Apakah tanda  tanda terjadinya global warming (pemanasan global)…

Dari para peneliti dunia di dapatkan data bahwa telah terjadi kenaikan 0,8 deg C suhu di permukaan bumi selama 100 tahun terakhir (basis data tahun 1900 – 2000). Juga terjadi kenaikan konsentrasi gas CO2 eq di kutup utara dari 200 menjadi 400 ppm. Semakin besar GHG (green house gas) yang ada di permukaan atmosfir bumi maka semakin besar pula “perangkap panas” sinar matahari di permukaan bumi yang menyebabkan permukaan bumi menjadi semakin panas.

Kenaikan panas di permukaan bumi ini menjadikan es di kutup utara lebih cepat mencair. Dari data para peneliti, hingga tahun 2000 terdapat kenaikan 20 cm permukaan laut di bumi, sehingga banyak pulau pulau di dunia menjadi tenggelam, kota kota di dunia mengalami banjir, musim tanam dengan musim kemarau menjadi tidak jelas, muncul banyak penyakit baru, flora fauna yang banyak berubah dll.

Apa yang harus di lakukan….

Para peneliti dunia tahun 1979 melakukan konverensi perubahan iklim yang pertama hingga tahun 1997 keluarlah kesepakatan Kyoto Protocol di mana 55 negara maju sepakat untuk menurunkan GHG 5% di bawah ambang batas yang telah di buang dulu tahun 1990 di masing masing negara. Periode pertama Kyoto Protocol berlaku tahun 2008 hingga akhir tahun 2012 mendatang. Melalui schema Clean Development Mechanism inilah, setiap industri di Indonesia yang ikut andil dalam menurunkan gas rumah kaca akan bisa claim berupa uang ke negara maju via PBB.

Clean Development Mechanism program industri sawit :

Industri sawit mempunyai kandungan limbah organik yang tinggi dengan COD lebih dari 60,000 ppm. Sebagian besar pengolahan limbah industri sawit di Indonesia masih di olah secara konvensional dengan membuat beberapa lagoon terbuka untuk menurunkan temperature dan membuat kolam anaerobic terbuka. Kondisi ini menyebabkan gas methane yang terbentuk terbuang ke udara bebas, padahal tingkat bahaya gas methane ini 21 GWP lebih berbahaya di bandingkan dengan gas CO2.

Indonesia sebagai negara terbesar di dunia dalam memproduksi minyak sawit mempunyai peluang yang besar ikut andil dalam program Clean Development Mechanism ini. Setiap 300,000 FFB/tahun bisa menghasilkan carbon credit sekitar 30,000 CER (certified emission reduction), senilai 159,000 USD/tahun. Program ini bisa diclaim selama 10 tahun.

Bagaimana dengan anda !

Sumber : http://groups.yahoo.com/group/K3_LH/message/40933?var=1

Allopurinol

Aspek Lingkungan

aspek lingkungan

Aspek lingkungan dan dampak lingkungan..

Kedua hal ini bisa dikatakan sebagai roh nya sistem manajemen lingkungan ISO 14001, atau kurang lebih bisa diibaratkan juga sebagai cakar ayam ketika kita membangun sebuah rumah.

Kenapa bisa dikatakan demikian? Karena sekali kita salah mengidentifikasi aspek lingkungan dan dampak lingkungan yang ada di perusahaan kita, maka penerapan dan pemantauan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang kita jalankanpun akan terasa sia-sia.

Aspek lingkungan dan dampak lingkungan merupakan suatu hubungan sebab akibat, dimana apa yang terjadi di dalam aspek lingkungan akan menyebabkan suatu dampak lingkungan.

Aspek lingkungan sendiri dalam standar ISO 14001 didefinisikan sebagai unsur2 kegiatan, produk, dan jasa dari suatu perusahaan yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.

Oleh karena itu dalam suatu perusahaan diwajibkan untuk mengidentifikasi semua aktivitas2 dalam perusahaannya termasuk produk ataupun jasanya yang dapat muncul sebagai aspek lingkungan yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak lingkungan.

Sedangkan dampak lingkungan didefinisikan sebagai setiap perubahan terhadap lingkungan apakah merugikan atau menguntungkan seluruhnya atau sebagian yang diakibatkan oleh aspek lingkungan perusahaan.

Aspek Lingkungan – Klausul 4.3.1 Standar ISO 14001 :

Perusahaan harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk :

a. Mengidentifikasi aspek lingkungan kegiatan, produk, dan jasa dalam lingkup sistem manajemen lingkungan, yang dapat dikendalikan dan yang dapat dipengaruhi dengan memperhitungkan pembangunan yang direncanakan atau baru; kegiatan, produk, dan jasa yang baru atau yang diubah

b. Menentukan aspek lingkungan yang mempunyai / dapat mempunyai dampak penting terhadap lingkungan (yaitu aspek lingkungan penting)

Perusahaan harus mendokumentasikan informasi ini dan memelihara kemutakhirannya.

Perusahaan harus memastikan bahwa aspek lingkungan penting diperhitungkan dalam penetapan, penerapan, dan pemeliharaan sistem manajemen lingkungannya.

Pelatihan ISO 14001

pelatihan iso 14001 : 2004

Mantappp…

Itulah satu kata yang bisa menggambarkan pelatihan iso 14001 : 2004 yang telah saya ikuti yang diselenggarakan oleh havana. Meskipun bukan dari latar belakang lingkungan tapi sang trainer yang sudah malang melintang di dunia auditor sistem manajemen lingkungan ISO 14001 : 2004 mampu menjelaskan secara gamblang dan sangat jelas mengenai seluk beluk sistem manajemen lingkungan ini.

Dalam pelatihan ISO 14001 : 2004 tersebut sang trainer pertama tama menjelaskan tentang konsep dasar yang harus kita pahami dalam manajemen lingkungan. Menurut saya hal ini merupakan hal yang sangat penting, karena sangatlah tidak mungkin menerapkan suatu sistem manajemen lingkungan ISO 14001 : 2004 secara efektif tanpa kita mempunyai pondasi yang kuat dalam tentang lingkungan.

Memasuki materi selanjutnya, kita diajarkan bagaimana mengindentifikasi aspek lingkungan serta dampak lingkungan yang menurutnya (sang trainer), tahap ini adalah tahap terpenting jika kita ingin menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001. Sekali kita salah dalam menetapkan aspek dan dampak lingkungan, maka sistem manajemen lingkungan yang kita bangun akan sia-sia. Hal ini tentunya berhubungan dengan kesalahan pada penetapan kebijakan, tujuan, dan sasaran lingkungan.

Persyaratan-persyaratan dalam standar sistem manajemen lingkungan ISO 14001 : 2004 pun dikupas secara mendalam dalam pelatihan ISO 14001 : 2004 ini. Terkadang bahasa dalam standar ISO 14001 : 2004 merupakan bahasa baku sehingga kita terkadang kesulitan untuk menerjemahkannya. Pembahasan persyaratan-persyaratan dalam pelatihan ISO 14001 : 2004 ini sangatlah membantu saya dalam memahami apa sebenarnya isi dan maksud persyaratan tersebut.

Dengan harga yang sangat terjangkau, saya kira pelatihan ini sangatlah saya rekomendasikan  bagi rekan ingin mendalami tentang sistem manajemen lingkungan.

Materi Pelatihan ISO 14001 : 2008 :

1. Trend manajemen lingkungan

2. Aspek penting dan dampak lingkungan serta peraturan lingkungan

3. Tujuan, sasaran, dan program lingkungan

4. Pengendalian operasional

5. Penjelasan bahan beracun berbahaya (B3)

6. Proses sertifikasi

Sekali lagi pelatihan ISO 14001 : 2004 ini merupakan pelatihan yang sangat saya rekomendasikan untuk diikuti.

semoga bermanfaat.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

sistem manajemen lingkungan iso 14001

Berikut ini adalah elemen2 sistem manajemen lingkungan iso 14001 :

1. Kebijakan Lingkungan

Kembangkan pernyataan komitmen organisasi terhadap lingkungan. Gunakan kebijakan lingkungan sebagai kerangka kerja perencanaan dan tindakan sistem manjemen lingkungan iso 14001

2. Aspek Lingkungan

Identifikasi hal2 yang berkaitan dengan lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa organisasi. Tetapkan yang mnimbulkan dampak lingkungan penting

3. Ketentuan Hukum dan Peryaratan Lain

Identifikasi dan pastikan pada ketentuan hukum dan persyaratan lain

4. Tujuan, Sasaran, dan Program

Tetapkan tujuan dan sasaran organisasi sejalan dengan kebijakan lingkungan, dampak lingkungan, pandangan pihak berkepentingan, dan faktor lainnya. Selanjutnya rencanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran

5. Sumberdaya, Peran, Tanggung Jawab, dan Kewenangan

Sediakan sumberdaya yang memadai untuk melaksanakan sistem manajemen lingkungan iso 14001 dan tetapkan peran dan tanggung jawab manajemen lingkungan

6. Kompetensi, Pelatihan, dan Kepedulian

Pastikan karyawan organisasi terlatih dan mampu melaksanakan tanggung jawab lingkungan

7. Komunikasi

Tetapkan proses komunikasi internal dan eksternal tentang isu2 lingkungan

8. Dokumentasi

Pelihara informasi sistem manjemen lingkungan iso 14001 dan dokumen terkait

9. Pengendalian Dokumen

Pastikan prosedur dan sistem dokumentasi terkendali dengan baik

10. Pengendalian Operasi

Indentifikasi, rencana, dan kelola operasi dan kegiatan organisasi sejalan dengan kebijakan, tujuan dan sasaran

11. Kesiagaan dan Tanggap Darurat

Identifikasi potensi kedaruratan dan kembangkan prosedur untuk mencegah dan melakukan tindakan darurat

12. Pemantauan dan Pengukuran

Pantau kegiatan utama dan telusuri kinerjanya

13. Evaluasi penaatan

Lakukan evaluasi berkala penaatan terhadap peraturan dan persyaratan lainnya

14. Ketidaksesuaian, Tindakan Koreksi, dan Pencegahan

Identifikasi dan selesaikan masalah dan cegah berulang kembali masaalah

15. Pengendalian Rekaman

Pelihara dan kelola rekaman kinerja sistem manajemen lingkungan iso 14001

16. Audit Internal

Verivikasi berkala kesesuaian operasi sistem manajemen lingkungan iso 14001

17. Kaji Ulang Manajemen

Kaji ulang sistem manajemen lingkungan iso 14001 secara berkala dengan prinsip perbaikan / peningkatan berkelanjutan.

Sistem Manajemen Lingkungan

sistem manajemen lingkungan

Berikut ini adalah prinsip standar sistem manajemen lingkungan ISO 14001 :

1. Kebijakan Lingkungan

Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.

2. Perencanaan

Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu)

3. Implementasi dan Operasi

Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.

4. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan

Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan

5. Tinjauan Ulang Manajemen

Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.