Sistem Manajemen Mutu Archives

Training / Pelatihan ISO 9001 : 2008

pelatihan / training iso 9001 : 2008

Setelah mengadakan berbagai training / pelatihan untuk materi lain, kembali lagi havana consulting and training service kembali akan mengadakan training / pelatihan iso 9001 : 2008 (Interpreting & Dokumenting ISO 9001 : 2008) dalam waktu dekat ini tepatnya pada tanggal 3 – 4 maret 2012.

Dari pengalaman saya yang pernah mengikuti training di tempat yang sama untuk materi iso 14001 : 2005 dan ohsas 18001 : 2007, materi yang disampaikan sangatlah mudah diikuti dan juga dipahami mengingat trainernya juga sudah sangat berpengalaman di bidangnya masing2.

Training / pelatihan iso 9001 : 2008 tentu sangat penting diikuti oleh semua level karyawan karena sangatlah tidak mungkin menjalankan sebuah sistem jika yang terlibat di dalamnya kurang memahami standar yang akan dijalankan, dalam hal ini standar sistem manajemen mutu iso 9001 : 2008.

Pasar bebas mau tidak mau menuntut perusahaan untuk memberikan suatu produk yang bermutu dan mampu memenuhi permintaan pelanggan demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan mengikuti training / pelatihan iso 9001 : 2008 maka diharapkan kita mampu ikut berperan di perusahaan bagaimana membuat sistem yang sesuai dengan standar iso 9001 : 2008.

“Training ISO 9001 : 2008. Terbukti Profesional… Klik Disini..

Materi Training / Pelatihan ISO 9001 : 2008

Setalah mengikuti training / pelatihan iso 9001 : 2008 ini diharapkan peserta memahami tentang :

1. Prinsip sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008

2. Persyaratan-persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008

3. Cara menyusun kebijakan mutu dan sasaran mutu

4. Penyusunan dokumen persyaratan sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, realisasi produk – layanan, analisis pengukuran dan peningkatan

5. Perencanaan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008

6. Organisasi penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008

7. Kiat kiat dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008

8. Lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu

Semua materi training / pelatihan ISO 9001 : 2008 tersebut akan diberikan dalam waktu 2 hari dengan biaya yang sangat murah yaitu Rp 850 rb untuk umum, atau Rp. 550 rb untuk mahasiswa.

Biaya pelatihan tersebut sudah termasuk training kit, sertifikat, makan siang, dan rehat kopi.

Mengingat harga training dan pelatihan sejenis dilain tempat berkisar sekitar 2 jutaan, maka training / pelatihan ISO 9001 : 2008 yang diselenggarakan oleh havana consulting & training service ini layak diikuti karena berharga sangat murah, selain itu dari pengalaman saya yang pernah mengikutinya, trainernya yang sudah sangat berpengalaman dibidang tersebut.

Daftar Pelatihan / Training ISO 9001 : 2008 Disini

Risperidone

ISO 9001 : 2008

iso 9001 : 2008

Audit iso 9001 : 2008 sebentar lagi dilakukan, dan dampaknya semua pekerja dilemburkan, semua dokumen dikeluarkan dan dilengkapi, sistem yang sebenarnya sudah kita lakukan sehari hari terpaksa kita manipulasi hanya sekedar menghadapi auditor iso 9001 : 2008. Sistem kebut seminggupun dijalankan sebagai pengganti sistem yang sebenarnya sudah berjalan dengan baik.

Apakah ini terjadi juga pada perusahaan anda?

Iso 9001 : 2008 bukanlah standar dokumen, tetapi standar sistem manajemen mutu yang terbukti sangat baik dalam membantu menata proses bisnis secara sistematis, terarah dan efektif.

“Training ISO 9001 : 2008. Terbukti Profesional… Klik Disini..

Dokumen / arsip memang sangat diperlukan proses bisnis, tetapi dokumen / arsip tersebut tidak lebih penting dari proses proses lainnya yang bermuara pada penciptaan laba dan kepuasan pelanggan, tetapi ada yang lebih penting. Tentu, dokumen / arsip dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 tidak dapat diabaikan, tetapi juga tidak selayaknya perusahaan menghaburkan sumberdaya untuk menata dokumen / arsip tersebut.

Standar mengatakan bahwa arsip harus disediakan dan dipelihara untuk memberikan bukti kesesuaian terhadap persyaratan dan keefektifan implementasi sistem manajemen mutu. Arsip harus mudah dipahami dan ditelusuri.

Prosedur sistem kearsipan harus dibuat yang menjelaskan tatalaksana identifikasi, penyimpanan, proteksi, penelusuran, masa retensi, dan disposisi.

Risperidone

Kebijakan Mutu

kebijakan mutu

Kebijakan mutu, dalam standar ISO 9001 : 2008, kata tersebut muncul pertama kali dalam klausul 4.2.1 – Umum (Persyaratan Dokumentasi). Klausul 4.2.1 tersebut menginginkan adanya  kebijakan mutu dan sasaran mutu. Dan tentu saja kebijakan mutu dan sasaran mutu tersebut harus dikendalikan.

Kebijakan mutu adalah dokumen yang dinyatakan secara resmi oleh pimpinan puncak dan berisi tentang maksud dan arahan secara menyeluruh dari sebuah perusahaan yang terkait dengan mutu.

Setelah ditetapkan, kebijakan mutu ini tentunya harus bisa menyediakan kerangka dalam menetapkan sasaran mutu, dikomunikasikan ke seluruh level dalam perusahaan dan tentunya ditinjau untuk memastikan bahwa kebijakan mutu masih sesuai dengan dinamika perusahaan.

Klausul 5.3 – Kebijakan Mutu

Pimpinan puncak perusahaan memastikan bahwa kebijakan mutu yang ditetapkan harus :

a. Sesuai dengan tujuan perusahaan

b. Mencakup komitmen untuk memenuhi peryaratan dan secara terus menerus meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu

c. Menyediakan kerangka untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu

d. Dikomunikasikan dan dipahami ke semua level dalam perusahaan

e. Ditinjau terus menerus untuk menyesuaikan dinamika perusahaan

Point kedua dalam klausul kebijakan mutu tersebut ” Mencakup komitmen untuk memenuhi peryaratan dan secara terus menerus meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu” merupakan kalimat yang sangat penting dalam membuat kebijakan mutu. Sehingga kontek kalimat tersebut hampir pasti ada dalam kebijakan mutu perusahaan.

Proses Pembelian

proses pembelian

Sistem manajemen mutu menyarankan kita mengadopsi suatu pendekatan proses, dimana keluaran dari proses tertentu merupakan masukan dari proses lainnya. Salah satu dari sekian banyak proses2 tersebut adalah proses pembelian. Proses pembelian ini merupakan salah satu proses yang mempunyai dampak penting bagi kualitas produk yang kita hasilkan.

Output produk yang dihasilkan akan lebih mudah memenuhi persyaratan, jika persyaratan2 untuk masukan proses kita penuhi. Tentunya dalam hal ini proses pembelian memegang peranan besar. Bagaimana dia membeli bahan baku yang sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

Standar sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 telah mengatur proses pembelian ini dalam salah satu klausulnya.

Klausul 7.4.1 – Proses Pembelian

Perusahaan memastikan bahwa produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian. Jenis dan jangkauan pengendalian pada pemasok dan produk yang dibeli tergantung pada dampak produk yang dibeli saat realisasi proses / produk akhir.

Perusahaan mengevaluasi dan menyeleksi pemasok berdasarkan kemampuannya memasok produk sesuai dengan persyaratan. Kriteria pemilihan, evaluasi, dan evaluasi ulang harus ditetapkan. Rekaman hasil penilaian dan tindakan apapun yang diperlukan dari hasil evaluasi dipelihara.

Pemantauan Alat Ukur

pemantauan alat ukur

Pemantauan alat ukur

Berbicara masalah ini, kadang dalam dunia industri kita sering mengabaikannya. Banyak yang mengira bahwa alat ukur mereka sudah sesuai penggunaannya bahkan masih dinilai layak digunakan. Mereka berkelit bahawa alat ukur tersebut sudah terkalibrasi sehingga sudah bisa digunakan tanpa menghiraukan apa yang ada dalam isi sertifikat kalibrasi tersebut.

Anehnya lagi yang sering terjadi di dalam dunia industri, kalibrasi terhadap alat ukur mereka cuma digunakan sebagai sarana dalam memenuhi persyaratan klausul ISO 9001 : 2008 dimana rekaman hasil kalibrasi dan verivikasi harus dipelihara. Padahal dari sertifikat kalibrasi alat pengukuran ini banyak informasi yang bisa kita manfaatkan sehingga dapat mencegah output (produk) yang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan.

Contoh kasus yang berhubungan dengan pemantauan alat ukur mungkin bisa digambarkan spt ini :

1. Bayangkan, sebuah perusahaan memproduksi kartu SIM CARD untuk telepon selluler, kartu SIM CARD tersebut mempunyai panjang x dan lebar y, karena alat ukur yang kita gunakan sebenarnya sudah mempunyai koreksi yang tidak kita hiraukan, hasilnya pun dapat diprediksi bahwa kartu SIM CARD tersebut akan keluar dari spesifikasinya yang berakibat tidak bisa terbacanya kartu tersebut dalam telephon selluler.

Dalam hal ini, pemantauan alat ukur dimensi panjang misalnya caliper harus diperhatikan supaya menghasilkan produk (kartu SIM CARD) yang memenuhi persyaratan.

2. Bayangkan juga, jika sebuah perusahaan beton tiang pancang memproduksi beton dengan kekuatan tertentu, karena alat pengukur kekuatan beton mereka tidak terkalibrasi hasilnya mungkin kita mendapatkan beton yang spesifikasinya tidak sesuai standar (lebih lemah misalnya). Jika beton ini ternyata dipasang pada suatu jembatan yang harusnya beton tersebut mampu menahan beban 100 ton ternyata hanya mampu menahan beban 90 ton, kita bisa prediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mungkin dari 2 kasus tersebut kita bisa beranggapan bahwa pemantauan alat ukur tidaklah bisa kita anggap remeh. Karena hal tersebut, tidaklah mengherankan standar sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 mempersyaratkan pemantauan alat ukur dalam salah satu klausulnya.

Klausul 7.6 – Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran

Perusahaan menetapkan pemantauan dan pengukuran yang diperlukan serta menetapkan peralatan pemantauan dan pengukuran yang dibutuhkan untuk memberikan bukti adanya kesesuaian produk pada persyaratan yang telah ditetapkan.

Perusahaan menetapkan proses untuk memastikan bahwa pemantauan dan pengukuran dapat dilakukan dengan cara yang konsisten dengan persyaratan pemantauan dan pengukuran.

Jika diperlukan untuk memastikan validitas hasil, peralatan pengukuran harus :

a. Dikalibrasi / diverivikasi / keduanya pada selang waktu tertentu / sebelum digunakan, terhadap standar pengukuran yang tertelusur ke standar internasional / nasional, bila tidak ada standar yang tersedia, dasar yang dipakai untuk kalibrasi / verivikasi harus dicatat

b. Disetel / disetel ulang seperlunya

c. Memiliki indentifikasi untuk menentukan status kalibrasinya

d. Dijaga dari penyetelan yang membuat hasil pengukuran tidak sah

e. Dilindungi dari kerusakan dan penurunan mutu selama penanganan, pemeliharaan, dan penyimpanan

Perusahaan mengkaji dan mencatat validitas hasil pengukuran sebelumnya jika peralatan ditemukan tidak memenuhi persyaratan. Perusahaan juga melakukan tindakan pada peralatan dan produk manapun yang terpengaruh. Rekaman hasil kalibrasi dan verivikasi dipelihara.

Bila dipakai dalam pemantauan dan pengukuran persyaratan tertentu. Kemampuan perangkat lunak komputer harus ditegaskan. Aktivitas ini dilakukan sebelum pemakaian awal dan ditegaskan kembali sesuai kebutuhan.

Audit Internal

audit internal

Audit internal masih dipercaya sebagai salah satu cara bagaimana menilai keefektifan berjalannya sistem manajemen mutu apakah sudah berjalan sesuai standar atau belum. Saking pentingnya, bahkan standar ISO 9001 : 2008 mewajibkan adanya prosedur yang mengatur tentang audit internal ini.

Untuk mendapatkan suatu nilai tambah audit internal ini tentunya kegiatan ini harus dilakukan dengan benar, karena tidak jarang pada proses audit internal banyak sekali ditemui adanya apa yang disebut “konspirasi audit”. Biasanya hal ini terjadi jika auditor masih menganut budaya “ewuh pekewuh” karena yang diaudit adalah rekan kerjanya. Apalagi jika kondisinya mereka sudah menjalin pertemanan yang cukup lama. Kondisi ini sepertinya sebenarnya sudah gamblang mengindikasikan pelanggaran2 audit seperti yang tertera dalam petunjuk audit SNI 19 – 19011 – 2005.  Sehingga pada akhirnya pun bisa ditebak, yaitu hasil yang sebenarnya kita harapkan dalam proses audit internal tersebut kurang maksimal.

Klausul 8.2.2 ISO 9001 : 2008 – Audit Internal

Perusahaan melaksanakan audit internal secara periodik untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu :

a. Memenuhi pengaturan yang direncanakan sesuai standar iso 9001 : 2008 dan persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh perusahaan

b. Diterapkan dan dipelihara secara efektif

Perusahaan merencanakan program audit dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses dan area yang diaudit, sebagaimana audit yang lalu. Kriteria, lingkup, frekuensi, dan metode audit harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan obyektifitas dan tidak berpihaknya saat proses audit. Auditor tidak diperkenankan mengaudit pekerjaan mereka sendiri.

Perusahaan menetapkan prosedur terdokumentasi untu menentukan tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit, penyusunan rekaman, dan pelaporan hasilnya.

Perusahaan memelihara rekaman audit dan hasilnya.

Manajemen perusahaan yang bertanggung jawab atas bidang yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan koreksi dan korektif apapun yang dibutuhkan dilakukan tanpa ditunda untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan sumber penyebabnya. Kegiatan tindak lanjut mencakup verivikasi tindakan yang dilakukan dan pelaporan hasil verivikasi.

Panduan audit dapat mengacu pada ISO 19011.

Nb : Panduan audit tersebut bisa juga digunakan untuk audit internal ataupun audit eksternal.

Istilah Dalam Audit

pengertian audit

Berikut ini adalah istilah2 dalam audit yang mungkin bisa pemahaman kita tentang proses2 dalam audit. Istilah2 dalam audit ini diambil dari SNI 19 – 19011 – 2005.

1. Audit

Proses sistematik, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sampai sejauh mana kriteria audit dipenuhi

2. Kriteria audit

Seperangkat kebijakan, prosedur, atau persyaratan

3. Bukti audit

Rekaman, pernyataan mengenai fakta / informasi lain yang terkait dengan kriteria audit dan dapat diverivikasi

4. Temuan audit

Hasil evaluasi dari bukti audit yang dikumpulkan terhadap kriteria audit

5. Kesimpulan audit

Hasil dari suatu audit yang disampaikan oleh tim audit setelah mempertimbangkan tujuan audit dan seluruh temuan audit

6. Klien audit

Organisasi / orang yang meminta pelaksanaan audit

7. Auditi

Organisasi yang diaudit

8. Auditor

Orang yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan audit

9. Tim Audit

Satu auditor / lebih yang melaksanakan audit yang bila dibutuhkan dapat didukung oleh tenaga ahli

10.  Tenaga ahli

Orang yang memberikan pengetahuan / keahlian khusus kepada tim audit

11. Program audit

Seperangkat audit / lebih yang direncanakan dalam jangka waktu tertentu dan diarahkan untuk maksud tertentu

12. Rencana audit

Uraian kegiatan / pengaturan untuk audit

13. Ruang lingkup audit

Cakupan dan batasan2 suatu audit

14. Kompetensi

Atribut dan kemampuan seseorang yang ditunjukkan dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan

Semoga istilah2 dalam audit tersebut yang saya ambil dari SNI 19 – 19011 – 2005 dapat bermanfaat bagi rekan2 semuanya.

Fokus Pelanggan

fokus pelanggan

“Customer is the King” Begitulah ungkapan yang sering kita dengar karena sedemikian pentingnya pelanggan bagi perusahaan kita. Karena memang tanpa pelanggan, perusahaan bukanlah apa2. Sehingga sangatlah penting (sedemikian pentingnya sehingga fokus pelanggan ini menjadi prinsip pertama sistem manajemen mutu) bagi perusahaan untuk menerapkan prinsip fokus pelanggan, bagimana memenuhi persyaratan pelanggan dan jika memungkinkan melebihi apa yang pelanggan tersebut minta.

Pelanggan dalam suatu perusahaan dapat dikategorikan menjadi pelanggan internal ataupun pelanggan eksternal.

Pelanggan internal merupakan penerima proses / aktivitas kita secara langsung, misalnya bagian packaging merupakan pelanggan dari bagian proses produksi.

Pelanggan eksternal merupakan pelanggan yang berasal dari luar perusahaan, misalnya pembeli produk atau jasa kita.

Sangatlah mustahil kita memberikan kepuasan pada pelanggan eksternal jika pelanggan internal kita tidak terpuaskan. Sehingga sangatlah penting bagi setiap proses memahami siapa dan apa yang dipersyaratkan pelanggan mereka.

Contoh Kasus Fokus Pelanggan :

Contoh kasus ini saya angkat dari tulisan Hazairin Darmis di forum quality club karena saya pikir article ini akan sangat bermanfaat bagi rekan2 semua yang membutuhkan informasi tentang fokus pelanggan serta prinsip2nya.

Diterimanya keluhan dari pelanggan/complain disebabkan oleh tidak terpenuhinya persyaratan pelanggan, hal ini membuktikan bahwa persyaratan pelanggan tidak dijabarkan secara memadai dalam perusahaan.

Pertanyaannya adalah sudahkan semua personal tahu apa yang dipersyaratkan pelanggan, standar mutu produk, packing style, delivery time, quantity?

Jika kita melakukan observasi dan menemukan bahwa ada yang tidak memahami persyaratan pelanggan maka sesungguhnya mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan.

Penerapan Prinsip Fokus Pelanggan :

Untuk menerapkan prinsip fokus pelanggan ini maka dapat dilakukan hal-hal berikut:

1. Memahami semua kebutuhan dan persyaratan pelanggan baik internal maupun eksternal saat ini maupun yang akan datang

2. Mengukur kepuasan pelanggan dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil pengukuran tersebut

3. Menciptakan komunikasi tentang kebutuhan dan harapan pelanggan kepada seluruh karyawan dalam perusahaan.

4. Memastikan tujuan perusahaan terkait langsung dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Sudahkan perusahaan anda menerapkan prinsip fokus pelanggan…??

Sasaran Mutu

sasaran mutu

Berbicara tentang sasaran mutu, saya jadi teringat dengan temen waktu SMA.

Alkisah tentang seseorang bernama bejo (bukan nama sebenarnya), disaat dia SMA hampir semua mata pelajaran dia gagal. Meskipun dia sudah mati2an mengeluarkan seluruh daya, upaya, dan pikirannya tetapi angka2 didalam raportnyapun tetap merah membara. Usut punya usut ternyata si bejo ini kurang interest dengan apa saja yang dia pelajari di bangku SMA.

Dia membuat dia tertarik hanya 1 hal, yaitu menjadi tentara…

Ketertarikan yang amat teramat sangat itu membuatnya menentukan target klo tahun depan dia harus diterima menjadi tentara. Setiap sore sepulang sekolah walaupun dalam kondisi hujan yang mungkin bisa membuat orang lain lebih suka berteman selimut, ataupun panas yang mungkin bisa membakar kulit, tidak membuatnya bergeming dari latihan fisik yang selalu dia lakukan demi cita2nya tersebut.

Dan pada akhirnyapun, happy ending story, di tahun tersebut dia diterima menjadi tentara.

Mungkin cerita ini bisa menggambarkan apa yang disebut dengan sasaran mutu.

Sasaran mutu harus bersifat SMART :

1. Spesifik : Bukan bersifat umum

2. Measureble : Dapat diukur

3. Achiveable : Dapat dicapai

4. Realistic : Masuk akal dan bukan sekedar angan2

5. Timeable : Waktu yang jelas dalam pencapaian tujuan tersebut

Berikut ini adalah kalimat dalam klausul 5.4.1 ISO 9001 : 2008 tentang sasaran mutu.

“Pimpinan puncak  memastikan bahwa sasaran mutu, termasuk yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan produk ditetapkan pada level dan fungsi yang relevan dalam perusahaan. Sasaran mutu harus dapat diukur dan konsisten dengan kebijakan mutu.”

Sudahkan anda menetapkan sasaran mutu bagi perusahaan anda…???

Pelatihan ISO 9001 : 2008

pelatihan iso 9001

Pelatihan ISO 9001 : 2008 merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menerapkan sistem manajemen mutu, terutama di lini pelaksana. Namun kebanyakan yang terjadi adalah kebalikannya, pelatihan diberikan kepada level midle (leader) ke atas dan sedangkan untuk bawahan tidak pernah mendapatkan pelatihan ISO 9001 : 2008 tersebut.

Salah satu prinsip dari sistem manajemen mutu iso 9001 : 2008 adalah keterlibatan karyawan. Jika pelatihan ISO 9001 : 2008 ini tidak kita kepada seluruh karyawan, bagaimana mereka akan ikut terlibat di dalam sistem manajemen tersebut jika mereka mau terlibat apa saja tidak tau.

Standar ISO 9001 : 2008 berisi klausul2  yang menurut saya agak sulit dipahami maknanya, dengan diadakannya pelatihan ISO 9001 : 2008 paling tidak membuat karyawan menjadi paham apa apa saja yang dipersyaratkan dalam standar ISO 9001 : 2008 sehingga diharapkan muncul suatu kesadaran akan mutu pada semua tingkat karyawan, yang pada akhirnya sistem manajemen mutu nyapun semakin mudah untuk diterapkan.

Manfaat Lain Pelatihan ISO 9001 : 2008

Berikut ini adalah manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya pelatihan iso 9001 : 2008 :

1. Pemahaman tentang kualitas, sistem manajemen mutu serta hubungannya dengan pekerjaan mereka.

2. Pemahaman tentang peryaratan2 yang diperlukan standar ISO 9001 : 2008

3. Dengan adanya pemahaman persyaratan2 tersebut maka karyawan bisa mengimplementasikan pada pekerjaan mereka

4. Pemahaman tentang aturan dokumentasi sesuai dengan standari ISO 9001 : 2008

5. Pemahaman dalam penerapan standar ISO 9001 : 2008 pada perusahaan.

Apakah perusahaan anda telah menerapkan pelatihan ISO 9001 : 2008 pada semua karyawan…???

Semoga bermanfaat.

 Page 1 of 2  1  2 »