audit internal

Audit internal masih dipercaya sebagai salah satu cara bagaimana menilai keefektifan berjalannya sistem manajemen mutu apakah sudah berjalan sesuai standar atau belum. Saking pentingnya, bahkan standar ISO 9001 : 2008 mewajibkan adanya prosedur yang mengatur tentang audit internal ini.

Untuk mendapatkan suatu nilai tambah audit internal ini tentunya kegiatan ini harus dilakukan dengan benar, karena tidak jarang pada proses audit internal banyak sekali ditemui adanya apa yang disebut “konspirasi audit”. Biasanya hal ini terjadi jika auditor masih menganut budaya “ewuh pekewuh” karena yang diaudit adalah rekan kerjanya. Apalagi jika kondisinya mereka sudah menjalin pertemanan yang cukup lama. Kondisi ini sepertinya sebenarnya sudah gamblang mengindikasikan pelanggaran2 audit seperti yang tertera dalam petunjuk audit SNI 19 – 19011 – 2005.  Sehingga pada akhirnya pun bisa ditebak, yaitu hasil yang sebenarnya kita harapkan dalam proses audit internal tersebut kurang maksimal.

Klausul 8.2.2 ISO 9001 : 2008 – Audit Internal

Perusahaan melaksanakan audit internal secara periodik untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu :

a. Memenuhi pengaturan yang direncanakan sesuai standar iso 9001 : 2008 dan persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh perusahaan

b. Diterapkan dan dipelihara secara efektif

Perusahaan merencanakan program audit dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses dan area yang diaudit, sebagaimana audit yang lalu. Kriteria, lingkup, frekuensi, dan metode audit harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan obyektifitas dan tidak berpihaknya saat proses audit. Auditor tidak diperkenankan mengaudit pekerjaan mereka sendiri.

Perusahaan menetapkan prosedur terdokumentasi untu menentukan tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit, penyusunan rekaman, dan pelaporan hasilnya.

Perusahaan memelihara rekaman audit dan hasilnya.

Manajemen perusahaan yang bertanggung jawab atas bidang yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan koreksi dan korektif apapun yang dibutuhkan dilakukan tanpa ditunda untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan sumber penyebabnya. Kegiatan tindak lanjut mencakup verivikasi tindakan yang dilakukan dan pelaporan hasil verivikasi.

Panduan audit dapat mengacu pada ISO 19011.

Nb : Panduan audit tersebut bisa juga digunakan untuk audit internal ataupun audit eksternal.