tanggap darurat

Keadaan darurat merupakan suatu kejadian / kondisi / situasi yang tidak normal dan terjadi tiba-tiba, mengganggu kegiatan serta perlu ditanggulangi segera. Keadaan darurat ini jika dibiarkan bisa berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan timbulnya korban / kerusakan.

Saya teringat minggu kemarin, tepatnya tanggal 19 januari 2012 terjadi demo oleh para pekerja di kawasan industri cikarang dan sekitarnya. Bahkan sempat terjadi aksi sweeping yang dilakukan oleh para pendemo terhadap beberapa perusahaan. Terlepas maksud baik dari pendemo yang sebenarnya hanya menginginkan solidaritas dari sesama pekerja untuk ikut melakukan pendemo tetapi aksi sweeping ini bisa dikategorikan juga dalam keadaan darurat karena terjadi secara tiba-tiba.

Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, saya rasa perusahaan perlu menetapkan suatu prosedur tanggap darurat untuk mengatasi aksi serupa, Karena berbekal pengalaman dari kejadian kemarin (di perusahaan tempat saya bekerja) ternyata proses evakuasi dalam mengatasi kejadian tersebut tidak berjalan dengan lancar. Mungkin hal ini disebabkan karena tidak adanya prosedur tanggap darurat dalam mengatasi hal tersebut.

Tujuan Prosedur Tanggap Darurat

Prosedur tanggap darurat ini mempunyai tujuan :

1. Mencegah / membatasi jatuhnya korban manusia / timbulnya bahaya terhadap kesehatan manusia berikut tatanan sosialnya

2. Mengevakuasi sumber daya manusia ketempat yang lebih aman

3. Melindungi pegawai dan penduduk sekitar dari kecelakaan

4. Memberikan pertolongan bagi orang-orang yang terluka

5. Memperkecil kerugian terhadap harta benda perusahaan

6. Mencegah menjalarnya keadaan darurat

7. Mengurangi bahaya yang timbul dari keadaan darurat

8. Memberikan informasi ke media massa dan bekerja sama dengan pihak luar tentang keadaan darurat

9. Menjamin kelangsungan operasi perusahaan

Karena dampak yang begitu penting dari keadaan darurat, maka prosedur tanggap darurat mutlak harus ada dalam suatu perusahaan.